Loading...

Mengenal Pencernaan dan Kotoran Kelinci

Mengenal Pencernaan dan Kotoran Kelinci
52

Penting untuk mengetahui dasar-dasar bagaimana bagian dalam kelincimu bekerja. Halaman ini menyoroti betapa pentingnya pola makan yang baik untuk kesehatan mereka.

Kelinci tidak bisa muntah!
Tidak seperti manusia yang bisa memuntahkan makanan, pada kelinci apa yang masuk ke mulut mereka hanya bisa keluar melalui anus.

Pola Makan Yang Bagus = Pup Yang Bagus

Ada dua jenis kotoran kelinci dalam kondisi normal yang kamu harus tahu.

Caecotrophs (caecals)

Jenis pertama adalah caecotrophs (caecals), kamu pasti sudah pernah melihatnya sesekali di kandang kelincimu. Jika kamu melihat banyak caecotrophs, dan jika kelincimu membiarkannya tergeletak di sekitar atau jika mereka menempel di bulunya, maka kamu perlu melakukan pemeriksaan pada kelincimu. Apakah kelincimu sedang mengalami masalah pencernaan? Apakah kelincimu makan makanan yang terlalu banyak protein atau karbohidrat? Diskusikan hal ini dengan dokter hewan.
Caecal lunak, mengkilap dan berbau. Mereka tampak sedikit seperti seikat anggur, semua kotoran kecil bergabung bersama dan ditutupi dengan sedikit lapisan berlendir. Ini sepenuhnya adalah normal dan kelincimu harus memakannya langsung dari pantatnya saat ia mengeluarkannya. Kotoran jenis ini jangan dibuang, ini sepenuhnya normal dan kelincimu perlu memakannya sebagai tahap alami dalam pencernaannya.

Caecotrophs

Kotoran Normal

Kelincimu meninggalkan kotoran yang berbentuk normal. Dengan ukuran yang cukup besar, sekitar seperempat inci (0,75 cm). Kotoran tersebut seharusnya juga kering dan kamu harus bisa melihat serat potongan-potongan rumput hay yang dikunyah di dalam kotoran tersebut. Kotoran normal ini tidak berbau sama sekali dan akan hancur jika kamu remas. Tentu saja ini terjadi jika makanan yang kamu berikan adalah yang mengandung serat yang tinggi, seperti rumput hay.

Jika kotoran sangat kecil, keras atau kotoran bergabung bersama dengan bulu (untaian yang menyambung antar kotoran), ada sesuatu yang perlu diubah dalam pola makan kelincimu, biasanya kelinci hanya perlu makan lebih banyak jerami. Tapi jika sampai dia tidak mau makan pada saat

Kotoran Kelinci Normal

Kotoran berair tidaklah sehat

Jika kamu melihat ada kotoran berair, sebaiknya segeralah bawa kelincimu ke dokter hewan. Jika terlalu banyak caecal yang keluar atau jika pola makan kelincimu memiliki terlalu banyak karbohidrat, kelincimu tidak akan mau memakannya. Kamu akan melihat banyak kotoran caecal di lantai kandan atau menempel di bulunya. Ubah pola makannya. Kurangi makanan camilan yang mengandung banyak gula atau tepung dan fokuskan ke lebih banyak jerami atau rumput hay. Atau kelincimu mungkin tidak dapat menjangkau kotoran caecal tersebut langsung dari pantatnya karena bagian punggung yang sakit atau bengkak di daerah persendiannya.

Air

Cari tahu tentang pentingnya air sebagai bagian dari sistem pencernaan kelincimu disini.

Cara kerja pencernaan kelinci

Rumput, hay atau jerami akan dikunyah dengan baik oleh kelincimu sebelum benar-benar ditelan. Setelah melakukan perjalanan melalui saluran pencernaan bagian atas, makanan akan pergi ke saluran pencernaan bagian bawah, ke organ yang disebut usus besar dan sekum. Usus kelinci unik karena memisahkan makanan yang dicerna secara efisien menjadi dua bagian. Bagian yang bisa dicerna dan digunakan, dan bagian lain yang tidak bisa dicerna yang tidak bisa digunakan kelinci untuk nutrisi mereka. Bagian yang dapat dicerna dikirim ke sekum, di mana ia bercampur dengan bakteri pencernaan yang sehat untuk kelincimu.

Makan disimpan dalam ruang fermentasi ini selama setidaknya 4 jam. Selama masa ini, bakteri bekerja keras untuk memecah bagian rumput atau jerami yang berguna dan melepaskan nutrisi dan energi. Kemudian akan dilapisi dengan lendir dan dikeluarkan melalui sistem pembuangan kelinci / pantat kelinci untuk dimakan kembali oleh kelincimu. Kotoran ini disebut sebagai caecal / caecotrophs dan akan dimakan dan ditelan utuh semuanya oleh kelincimu. Lendir melindungi caecal dari asam lambung yang sangat kuat selama beberapa jam lagi untuk memungkinkan lebih banyak produksi nutrisi oleh bakteri fermentasi, sebelum lendir larut dan nutrisi dan energi diserap dalam lambung dan usus kecil. Beberapa bakteri pencernaan yang baru mungkin akan mengekstrak kembali kelinci kotoran tadi. Sampai semua bagian yang tersisa dipecah dan usus kelincimu bisa mengekstrak nutrisi yang benar-benar ia butuhkan. Bagian yang tidak dapat dicerna, seperti sisa rumput, hay atau jerami juga penting untuk membantu kotoran dalam usus keluar, dan kita menyebutnya sebagai kotoran dalam bentuk normal.

Leave a Reply

Shopping cart

close