Loading...

Masalah Kesehatan Paling Umum Pada Kelinci dan Cara Mengatasinya

Masalah Kesehatan Paling Umum Pada Kelinci dan Cara Mengatasinya
55

Kelinci memiliki kemampuan bawaan untuk menyembunyikan gejala sakit yang dideritanya. Pada saat kita mungkin menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada kelinci peliharaan kita, kondisinya mungkin telah berkembang ke tingkat lanjut yang membutuhkan bantuan medis sesegera mungkin dari dokter hewan.

Setelah memelihara lebih dari 20 kelinci, saya telah mengalami banyak permasalahan, mulai dari kepanikan hingga keputus-asaan, saya telah melalui semua emosi yang dialami sebagian besar orangtua kelinci dalam kehidupan mereka.

Jadi, saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk membuat daftar masalah kesehatan paling umum yang mungkin muncul pada kelincimu dari waktu ke waktu dan beberapa tips tentang cara mendeteksi gejalanya lebih awal.

1. Gastrointestinal Stasis

GI Stasis adalah mimpi terburuk bagi orangtua kelinci. Kondisi serius dan berpotensi fatal ini terjadi lebih sering pada kelinci daripada yang dibayangkan. Dan yang membuatnya sangat serius adalah gejalanya sangat sulit dikenali.

GI Statis terjadi ketika sistem pencernaan kelinci berhenti. Makanan kelinci yang dikonsumsi kelinci tidak lagi diproses dan metabolisme mereka mati / berhenti total.

GI Statis Pada Kelinci

Gejala

Kelinci menjadi lesu, kurang nafsu makan, kembung dan berkurangnya kotoran. Salah satu cara termudah untuk mendeteksi GI Stasis pada kelinci adalah dengan meletakkan telingamu di perut kelinci dengan lembut dan mendengarkan suara dari sistem pencernaan yang berfungsi secara normal. Biasanya ada suara gemericik atau sesuatu yang serupa. Jika kamu tidak mendengar suara sama sekali, maka ada kemungkinan sistem pencernaan telah mati.

Perawatan

Dalam sebagian besar kasus, operasi darurat oleh dokter hewan kelinci mungkin adalah yang paling dibutuhkan. Tetapi jika kamu telah mendeteksi gejalanya lebih awal, dokter hewan mungkin dapat mengobati kondisi tersebut menggunakan obat motilitas dan cairan IV. Tetapi jika kondisinya telah berkembang lebih parah dan sistem pencernaan telah benar-benar mati, maka satu-satunya cara untuk mengaktifkan kembali sistem pencernaan kelinci adalah melalui operasi. Hubungi dokter hewan segera jika kamu melihat salah satu gejala yang disebutkan di atas.

Pencegahan

Kelinci aktif adalah kelinci yang sehat, kamu pasti setuju akan hal tersebut. Salah satu cara untuk mencegah GI Stasis adalah dengan memastikan bahwa kelincimu memiliki persediaan makanan yang cukup, mulai dari rumput hay segar, lalu berikan waktu dan tempat untuk kelincimu berolahraga, berlarian dan jangan lupa untuk persediaan air bersih dan segar setiap saat. Pola makan tinggi serat akan membuat sistem pencernaan tetap aktif dan juga membantu mengurangi risiko masalah gigi.

2. Ear Mites / Tungau Telinga

Ear Mites tidak diragukan lagi merupakan salah satu kondisi kesehatan paling umum yang dapat terjadi pada kelinci. Itu terlepas dari apakah kamu memelihara kelincimu di dalam atau di luar ruangan. Berita baiknya adalah kondisi yang terlihat akan tampak jauh lebih serius daripada yang sebenarnya. Ear Mites mudah diobati. Tapi kamu harus ingat, jika tidak segera diobati, Ear Mites dapat dengan cepat berkembang menjadi infeksi sekunder di telinga tengah dan dalam. Dalam kasus-kasus ekstrem, serangan Ear Mites juga dapat berkembang menjadi meningitis.

Ear Mites adalah penyakit yang dapat menular. Jadi kemungkinan kelincimu tertular Ear Mites setelah bersentuhan dengan kelinci lain yang terinfeksi sangat tinggi.

Ear Mites Pada Kelinci, Mirip Dengan Scabies

Gejala

Salah satu gejala pertama Ear Mites adalah serangan dengan rasa gatal di sekitar telinga, leher dan kepala. Gatal dapat disamaratakan atau difokuskan terutama di sekitar telinga. Akan ada sisik di telinga bagian dalam yang akhirnya akan membentuk kerak yang tebal. Mungkin ada rambut / bulu rontok dan sesekali kulit yang mengelupas. Jika serangan Ear Mites telah menembus ke dalam telinga bagian dalam, itu dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan pada kelinci dan menyebabkan kepala kelinci menjadi miring. Serangan tungau juga dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh kelinci terutama perut dan area yang mengelilingi anus.

Perawatan

Diagnosis melibatkan pengambilan sampel eksudat yang disekresikan dari bagian yang berkerak. Dokter hewan mungkin akan meresepkan obat anti-parasit seperti ivermectin. Perawatan juga termasuk membersihkan dan merawat kandang kelincimu karena penyakti ini menular dan dapat berulang kembali jika kandang tidak dibersihkan dan disterilkan. Semuanya, mulai dari alas kandang kelinci, luar dan dalam hingga peralatan dan sisir harus didesinfeksi sepenuhnya sebelum digunakan kembali. Jangan pernah mencabut kerak dari telinga karena dapat mengekspos kulit di bawahnya yang rentan terhadap infeksi. Obat rumahan termasuk menggunakan madu atau minyak sayur, virgin coconut oil untuk menghilangkan serangan pada gejalan awal.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah Ear Mites pada kelinci adalah dengan menghindari kontak dengan kelinci yang terinfeksi lainnya. Pertahankan kebiasaan perawatan yang sehat yang memungkinkan kamu menemukan infeksi sejak dini. Jaga kebersihan kandang dan kebersihan lingkungan kelinci. Pastikan kelincimu memiliki ruang yang cukup. Serangan Ear Mites juga dikaitkan dengan peningkatan stres pada kelinci. Jaga agar hewan peliharaanmu bersih dan bahagia untuk menjauhkan serangga yang menyebalkan itu.

Ear Mites / Tungau Telinga

3. Sore Hocks

‘Pododermatitis Ulserativa’ juga dikenal sebagai ‘sore hocks’ adalah suatu kondisi di mana telapak kaki belakang kelinci terinfeksi dan meradang. Kondisi ini biasanya terlokalisasi di area kaki kelinci yang bersentuhan dengan lantai saat kelinci beristirahat.

Sore Hocks dapat terjadi karena beberapa alasan. Tapi yang paling umum adalah lantai keras atau lantai kandang kawat yang sering terlihat di kandang kelinci berkualitas rendah. Kelembaban yang berlebihan juga bisa menyebabkan radang kaki. Jika tidak diobati, kondisi ini berkembang menjadi peradangan parah dan dapat menyebabkan lesi / luka dipenuhi dengan nanah. Dalam kasus yang ekstrim, ini dapat mempengaruhi jaringan ikat sehingga kelinci tidak bisa beristirahat atau berjalan normal, bahkan lumpuh. Ini juga dapat membatasi suplai darah ke jaringan ikat yang menyebabkan tulang rapuh dan bahkan kematian pada tulang (Bone Death).

Sore Hocks

Gejala

Sore Hocks dapat berkisar dari ringan hingga berat dan biasanya dinilai tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Di kelas I hingga III, kondisinya dianggap sedang dan kelinci akan menunjukkan tanda-tanda rambut rontok di dekat bagian bawah kaki belakang. Pembengkakan jarang terjadi. Dalam beberapa kasus, kulit akan menjadi sangat merah dan dapat membentuk keropeng dan bisul yang rentan terhadap infeksi.

Kelas IV dan V adalah stadium lanjut yang biasanya ditandai dengan pustula, abses, dan tendon (jaringan kulit) yang meradang. Infeksi sumsum tulang dapat terjadi yang menyebabkan kecacatan, ketidakseimbangan dan postur yang tidak normal.

Perawatan

Semakin dini kondisinya didiagnosis, semakin mudah kelinci pulih sepenuhnya. Diagnosis melibatkan mengesampingkan abses yang disebabkan karena cedera atau patah tulang. Kebanyakan dokter hewan dapat merekomendasikan USG untuk mendeteksi seberapa lanjut kondisi ini. Kelinci yang didiagnosis menderita infeksi tulang akan membutuhkan perawatan lanjutan yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Pada tahap awal, pengobatan berkisar pada manajemen nyeri, mengurangi ketidaknyamanan dan peradangan. Namun pada tahap selanjutnya, prosedur bedah mungkin disarankan untuk mengangkat jaringan mati dan mencegah infeksi ekstrem.

Pencegahan

Nah, kabar baiknya adalah bahwa Sore Hocks dapat dengan mudah dicegah. Pastikan kelincimu memiliki tempat berpijak dengan permukaan yang lembut dan kering untuk beristirahat. Dan harus bebas dari kelembaban yang berlebihan, termasuk urin dan feses. Letakkan kandang kelinci di lingkungan yang kering. Awasi tanda-tanda awal infeksi. Jika kelinci memiliki lantai kawat, maka tutuplah dengan alas kandang yang tebal dan lembut.

4. Snuffles / Gangguan Pernapasan

Gangguan pernapasan merupakan salah satu kondisi yang terlihat tidak berbahaya. Namun pada kenyataannya, gangguan saluran pernapasan bagian atas yang mengganggu ini dapat membuat kelincimu terengah-engah dan jika tidak dirawat, dapat dengan cepat berkembang ke kondisi lain seperti konjungtivitis, dan sindrom wryneck yang bisa menyebabkan miringnya kepala kelinci.

Yang lebih buruk adalah bahwa hampir setiap kelinci di suatu lingkungan bisa terserang dengan penyakit ini di saat yang sma. Salah satu alasan adalah karena penyebarannya sangat luas dan karena sangat menular. Jadi, jika kelincimu mempunyai jadwal kunjungan dokter hewan secara berkala dan tidak sengaja melakukan kontak dengan kelinci yang terinfeksi atau bahkan sampai yang keluarnya cairan dari hidung disana, bisa saja kelincimu juga ikut terinfeksi.

Gejala

Ada banyak jenis bakteri yang menyebabkan gangguan pernapasan. Gejala-gejala yang akan terlihat pada kelincimu tergantung pada jenis bakteri yang telah menginfeksi mereka. Beberapa gejala yang timbul seperti hidung berair dengan cairan encer. Dalam kasus-kasus lanjut, debitnya tebal, kekuningan dan memiliki konsistensi seperti lendir. Ini diikuti dengan bersin dan napas yang terengah-engah dimana kelinci merasa sulit bernapas secara normal.

Jika dibiarkan atau tidak diobati, infeksi berkembang ke telinga bagian dalam yang memicu gejala lain yang tidak menyenangkan. Wryneck yang merupakan penyakit pada leher yang terlihat seakan kepala kelinci seperti miring adalah salah satu kondisi yang dipicu oleh penyakit gangguan pernapasan yang tidak diobati. Orangtua kelinci sering merasa mustahil untuk percaya bahwa gangguan pernapasan bisa memicu sesuatu yang begitu parah pada hewan peliharaan mereka. Ada beberapa kasus dimana gangguan pernapasan yang tidak diobati memicu pneumonia pada kelinci.

Perawatan

Cara pengobatan yang normal adalah dengan terapi antibiotik yang dapat berlangsung selama hampir sebulan tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Tetapi antibiotik dan sistem pencernaan pada kelinci bukan kombinasi yang tepat karena sering berakhir dengan membunuh bakteri sehat di usus yang membantu pencernaan. Jadi, dokter hewan biasanya menambah jenis bakteri sehat selama perawatan dengan antibiotik. Pastikan kelincimu memiliki makanan yang sehat dan bergizi selama perawatan. Jika kondisi itu tidak didiagnosis lebih awal, maka itu dapat berkembangkan infeksi sinus kronis yang memerlukan perawatan berkepanjangan untuk mengendalikannya.

Bahkan ada kasus di mana kelinci membutuhkan obat seumur hidup untuk menjaga kondisinya terkendali.

Pencegahan

Pencegahan memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan hewan peliharaanmu tidak terinfeksi. Jika kamu memiliki banyak kelinci dan salah satu kelinci menunjukkan tanda-tanda infeksi gangguan pernapasan, maka karantina yang ketat harus dilakukan sampai kelinci yang terinfeksi sembuh sepenuhnya.

Tempat kelinci merebahkan tubuh, makanan, air, dan kandang yang digunakan bersama harus dibersihkan dan didesinfeksi. Jaga agar kelincimu tetap sehat dan aktif setiap saat untuk mencegah sistem kekebalannya menurun. Jika kamu adalah seorang yang baru saja ingin memulai memelihara kelinci, maka pastikan kamu memilih kelinci muda yang sehat yang tidak memiliki tanda-tanda kemungkinan infeksi gangguan pernapasan.

5. Koksi atau Koksidiosis

Jika kamu pernah memeriksa forum online atau sosial modia untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan kelinci, kemungkinan besar kamu pernah mendengar tentang Koksi atau Koksidiosis. Penyakit ini memiliki reputasi buruk sebagai salah satu kondisi yang dapat disembunyikan oleh kelincimu selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu tanpa gejala apa pun. Pada saat kamu mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres, infeksi tersebut mungkin sudah berkembang menjadi parah sehingga membutuhkan perhatian medis segera.

Koksidiosis (Koksi) adalah penyakit hati dan usus yang sangat umum pada kelinci. Ini adalah penyakit yang paling sering terlihat muncul di kelinci muda di saat stres. Jika tidak dirawat, dapat menjadi sangat fatal.

Untuk yang belum tahu, Koksidiosi disebabkan karena infeksi parasit, dan parasit tersebut dikenal sebagai Eimeria sp. Ada lebih dari 25 spesies parasit yang diketahui dan sebagian besar kelinci diyakini sebagai pembawa protozoa yang asimptomatik. Ini berarti bahwa sistem kekebalan kelinci yang sehat dapat mengembangkan kekebalan terhadap kondisi tersebut. Namun, jika kekebalannya terganggu atau kelinci itu adalah kelinci muda atau sakit, maka infeksi dapat dipicu.

Gejala

Gejala-gejala pada koksidiosi sangat sulit dikenali. Gejala awal adalah diare disertai dengan lendiri disertai dengan penurunan suhu tubuh. Gejala seperti anemia, dehidrasi, penurunan berat badan, kurang nafsu makan dan stress. Pada koksidiosis usus, stadium lanjut dapat menyebabkan kejang dan bahkan kelumpuhan pada kelinci. Di sisi lain, pada coccidiosis hati, dapat menyebabkan kerusakan hati dan kerusakan saluran empedu. Dalam kasus-kasus ekstrem, itu dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian.

Perawatan

Diagnosis dini dan akurat adalah kunci keberhasilan pengobatan Koksidiosis. Sebagian besar dokter hewan memulai dengan membahas riwayat penyakit hewan peliharaan dan dengan menggunakan gejala yang timbul untuk mempersempit penyebab pastinya. Pemeriksaan kotoran kadang-kadang dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Dalam kasus-kasus lanjut, dokter hewan dapat merekomendasikan radiografi untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan hati atau penumpukan cairan.

Sayangnya, perawatan ditujukan untuk manajemen kondisi daripada menyembuhkannya sepenuhnya. Metodologi pengobatan tergantung pada gejalanya. Jika kelinci menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, maka cairan intravena diberikan untuk membantu mengembalikan kadar cairan normal dalam tubuh. Koksidiosis usus diobati dengan obat-obatan antiprotozoal seperti Sulfaquinoxaline. Perawatan dimulai untuk jangka waktu kecil seperti 7 hari dan kemudian diulang untuk memastikan bahwa kondisinya membaik. Obat yang sama juga diresepkan untuk koksidiosis hati tetapi jarang mencegah lesi hati terbentuk.

Beberapa dokter hewan juga meresepkan antibiotik dan suplemen makanan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh saat infeksi primer sedang dirawat. Dengan diagnosis dan pengobatan dini, sebagian besar kelinci mampu membangun kekebalan seumur hidup terhadap protozoa.

Pencegahan

Pencegahan koksi pada kelinci dimungkinkan dengan program sanitasi yang teratur dan ketat. Lingkungan kelinci harus dibersihkan dan diperiksa secara berkala untuk melihat tanda-tanda infeksi. Kandang harus dibersihkan dari kotoran apa pun. Gunakan larutan amonia 10% untuk mendisinfeksi kandang kelinci. Jaga kelinci Anda aktif dan sehat dengan memberi mereka ruang yang cukup untuk bergerak. Pola makan sehat yang kaya akan timothy hay dengan sayuran dan buah-buahan segar akan membantu mengembangkan sistem kekebalan dan usus yang kuat.

Ini mungkin bukan daftar penyakit dan kondisi kesehatan yang paling lengkap yang dapat terjadi pada kelinci. Tapi ini adalah yang paling umum yang mungkin kamu temui. Saya berharap ini dapat membantumu dalam diagnosis awal, perawatan, dan yang paling penting, pencegahan kondisi ini pada hewan peliharaanmu. Saya akan sangat senang untuk mendengar pendapatmu. Jadi jangan ragu untuk saling share di kolom kementar.

Bakpao Rabbit

Leave a Reply

Shopping cart

close