Loading...

Bertanggung Jawablah Atas Hewan Yang Kamu Pelihara

Selamat malam, sobat kelinci di Indonesia. Akhir-akhir ini banyak sekali pengunjung yang datang ke Bakpao Rabbit untuk sekedar melihat-lihat ataupun berkeinginan untuk memelihara kelinci dan hamster.

Ada yang tertarik karena lucu, ada yang karena ingin memberikan hadiah kepada anak, dan ada juga sebagai teman di rumah dan saat bekerja di kantor. Masih banyak alasan memelihara kelinci dan hamster di Bakpao Rabbit yang Saya tidak dapat jabarkan satu persatu.

Kelinci untuk mainan anak?

Dari sekian banyak pengunjung dan para orang tua asuh hewan di Bakpao Rabbit, tidak sedikit yang memelihara hanya untuk kesenangan semata dan kurangnya rasa tanggung jawab. Sebut saja alasan memelihara kelinci atau hamster adalah sebagai “mainan anak”. Perlu diketahui, hewan bukanlah mainan, memelihara hewan berarti kita memelihara makhluk hidup, kita berbagi tempat dan waktu untuk hewan tersebut. Anak-anak yang notabene masih dalam tahap belajar mengenal lingkungan, memiliki rasa penasaran yang luar biasa terhadap apa yang dilihatnya.

Anak Kecil dan Kelinci

Bukan berarti anak-anak tidak dapat memelihara hewan, tetapi sebagai orang tua, perlu ada bimbingan bagaimana supaya si kecil memperlakukan hewan peliharaannya dengan baik. Percayalah, dengan bimbingan yang baik, anak-anak yang terbiasa memelihara hewan, dekat dan sayang dengan hewan akan memiliki jiwa bertanggung jawab dan memiliki jiwa kesadaran lingkungan yang besar di usia dewasa kelak. Jangan sampai hewan yang dipelihara mendapat perlakuan yang tidak baik, sepertinya misalnya digenggam erat sehingga membuat hewan sakit dan takut.

Konsultasikan dengan seseorang yang berkompeten sebelum kamu memelihara hewan. Cobalah mencari di internet apa saja yang perlu kamu lakukan dan apa saja yang perlu dihindari sebelum memutuskan untuk memelihara hewan.

Hewan Sakit Lalu Dibuang / Diberikan Ke Orang Lain?

Ini tidak bercanda, banyak sekali lho orang yang ingin membuang hewan yang peliharaannya setelah tahu hewan peliharaanya sakit. Kenapa dibuang ? karena mereka tidak mau berupaya untuk menyembuhkannya.

Di Bakpao Rabbit, mimin sering bertemu orang yang ingin melepas kelinci ke Bakpao Rabbit. Bakpao Rabbit atau toko hewan manapun bukan tempat penampungan hewan sakit. Jika kamu berani memutuskan untuk memelihara hewan, setidaknya kamu juga harus bisa bertanggung jawab dengan hewan peliharaanmu.

Kebanyakan karena sakit scabies, ownernya tidak mau berusaha menyembuhkan, yang ada hanyalah mencoba mencari seseorang yang mau memelihara kelinci tanpa mau mengeluarkan biaya sepeserpun. Sekiranya pun mau, itu juga tidak maksimal.

Baru saja terjadi di minggu lalu, seseorang memberikan seekor hamsternya ke Bakpao Rabbit karena matanya infeksi, kenapa kok bisa infeksi ? Jadi sebelumnya hamsternya masuk ke closet sehingga kemungkinan matanya kemasukan air yang tentu saja tidak bersih dan menimbulkan infeksi.

Owner tersebut lalu menawarkan si hamster untuk dipelihara di Bakpao Rabbit, dan mimin bisa tebak, pasti si Owner akan membeli hamster baru yang “sehat” di kemudian hari.

Ada kejadi lagi, ada owner yang membawa kelincinya ke Bakpao Rabbit dalam kondisi bagian bawah perut ke anus dipenuhi oleh belatung. Dapat dibayangkan kurangnya tanggung jawab owner tersebut memperhatikan hewan peliharannya.

Jika kamu tidak mampu merawat atau memberikan waktu sedikit saja untuk hewan peliharaanmu, Saya rasa hentikan niat untuk memelihara kelinci.

Pelihara Kelinci / Hamster Agar Beranak Pinak?

Hmm, makhluk hidup memang diciptakan untuk memperbanyak keturunannya di bumi ini. Tetapi perlu kamu ingat, kamu memelihara hewan hidup yang perlu makan dan minum. Perlu biaya untuk merawatnya. Belum lagi kamu juga harus mempelajari kebiasan hewan yang dipelihara jika sudah hamil ataupun melahirkan nantinya. Jangan sampai nanti menyiksa hewan tersebut.

Kita ambil contoh, ada seseorang yang datang ke toko Bakpao Rabbit mengatakan bahwa bayi kelincinya selalu mati saat melahirkan. Saya lalu bertanya, apakah induk kelinci digabung dengan pejantan ? IYA. Apakah diberikan kotak untuk kelinci melahirkan ? TIDAK. Apakah tahu kalau sedang hamil ? TIDAK. Semua jawaban yang Saya tanyakan kebanyakan menunjukkan ketidak-tahuan pemilik kelinci dalam memelihara hewan.

Jika kamu tidak punya cukup waktu, tidak siap untuk mempersiapkan biaya ekstra untuk bayi kelinci / hamster, tidak mempunya pengetahuan dasar, dan tidak mau mencari tahu apa saja yang diperlukan ketika hewan peliharaan hamil / melahirkan. Lebih baik STOP dari sekarang untuk berniat mengembang-biakkan hewan dengan alasan konyol “ingin punya bayinya”.

Mau Kelinci Sehat, Lingkungan Dan Makanan Tidak Didukung?

Memelihara kelinci, berarti butuh modal tempat untuk memeliharanya dan tentu saja makanannya. Syarat utama supaya kelinci sehat adalah tempat yang bersih dan juga makanan dengan mutu yang baik.

Tempat yang bersih, tidak lembab, sirkulasi udara bagus, tidak terkena sinar matahari langsung, dapat menghidari kelinci dari serangan penyakit kulit yang sering sekali terjadi.

Makanan dengan mutu dan kualitas yang baik sangat penting untuk kelangsungan hidup kelinci kedepan. Makanan yang baik mendukung kesehatan kelinci dan kehidupan yang lama, berumur panjang.

Banyak sekali makanan kelinci yang beredar di toko hewan di Indonesia baik produk lokal ataupun produk impor. Sebagai owner kelinci, kita mesti paham bagaimana memilih produk makanan kelici yang baik. Selalu baca komposisi yang ada di kemasan produk. Pilihlah dari produsen makanan hewan yang baik. Pilih makanan yang tanpa pewarna, tanpa tambahan perasa, dan 100% alami.

Mau Pelihara Kelinci, Tetapi Yang Masih Kecil (dibawah 2 bulan)

Sangat disayangkan sekali, masih banyak calon orang tua kelinci yang belum tahu berapa usia yang layak untuk kelinci dipelihara. Masih saja ada yang bertanya “Kelinci yang kecil-kecil gak jual yah mas?”. Bukan tidak dijual, lebih tepatnya belum siap untuk dipelihara.

Memelihara bayi kelinci yang usianya dibawah 2 bulan sangatlah beresiko. Ancaman kematian ada di depan mata jika kita tidak dapat merawat dan memberikan nutrisi yang tepat.

Pastikan selalu usia kelinci tidak dibawah 2 bulan. Kamu bisa datang atau bertanya ke orang yang berpengalaman dalam hal ini. Ada beberapa penjual kelinci yang tidak jujur dalam menyebutkan usia kelinci yang dijual. Ada yang mengatakan kelinci usia 6 bulan, padahal usia kelincinya kurang dari 2 bulan.

Jika kamu ingin memelihara kelinci dalam jangka waktu lama, selalu hindari memelihara kelinci yang kecil (dibawah 2 bulan). Dengan begitu, kelinci akan lebih sehat dan mudah beradaptasi dengan lingkungan dan makan ketika kamu pelihara.

Sobat kelinci dimanapun berada, sayangilah kelincimu dan berikan yang terbaik untuk mereka. Kelincimu akan berterima kasih kepadamu dengan cara unik yang tidak dapat kamu bayangkan sebelumnya.

Salam lompat kelinci.

Leave a Reply

Shopping cart

close